Pemerintah Indonesia Berharap Program Pembangkit 35.000 MW Selesai pada 2024

Pemerintah sedang menggalakkan program pembangkitan listrik 35.000 MW yang sebelumnya direncanakan terealisasi pada awal tahun 2019 diharapkan akan selesai pada tahun 2024. Sebagaimana dalam RUPTL PLN, bahwa skema pembangkitan tersebut dilaksanakan oleh PLN (10.681 MW) dan Pengembang Listrik Swasta / Independent Power Producer (IPP) sebesar 25.904 MW.

Dalam RUPTL 2018-2027, pertumbuhan listrik diproyeksikan meningkat sebesar 6,86% per tahun, dengan total pengembangan kapasitas pembangkit sebesar 56.024 MW. Berdasarkan RUPTL, 54,4% listrik akan berasal dari pembangkit listrik tenaga batu bara, energi terbarukan 23%, gas alam 22,2% dan bahan bakar fosil 0,4%.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, program kelistrikan 35.000 megawatt (MW) akan tetap berjalan meski dalam situasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

PLN telah memberikan listrik gratis untuk Tarif/Daya R1/450 VA dan Diskon 50% untuk Tarif/Daya R1/900 VA selama bulan April - Juni 2020 sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 1 April 2020.